Senin, 14 Februari 2011

"Valentine Day": Suatu Perengunan Kita Bersama Sebagai Bangsa!

"Valentine Day": Suatu Perengunan Kita Bersama Sebagai Bangsa!
by Yuanita Octavina & Agus Salim Harimurti Kodri 

Sesungguhnya Valentines day merupakan hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari. Keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno. Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis dari Romawi kuno.

Kata "love" dan "affection" itu memiliki makna yang sama, yaitu cinta di dalam bahasa Indonesia. Tetapi, kata "love" erat kaitannya dengan aktivitas fisik, seperti "making love", sedangkan "affection" bekaitan erat dengan perasaan.

Kaisar Agustinus telah menetapkan setiap tanggal 14 Februari sebagai hari yang "strongly correlated to love" di bukit Valentino. Hari itu dikenal dengan sebutan 'Valentine Day". Kondisi ini diadobsi dan ditetapkan dari suatu kebiasaan masyarakat Romawi yang melakukan aktivitas "making love" secara massal di Bukit Valentino pada setiap tanggal 14 Februari.

Pertanyaannya, Apakah selama kita melakukan penyelenggaraan "Valentine Day" sudah tahu asal muasal darimana kegiatan tersebut berasal? Untuk Apakah "Valentine Day" itu diadakan? Apakah kegiatan utama di dalam "Valentine Day" itu? Oleh siapakah "Valentine Day" itu biasa dikerjakan dan dirayakan? Inilah PERENUNGAN yang SANGAT DALAM DIBUTUHKAN oleh KITA sebagai BANGSA INDONESIA di dalam menyingkapi "VALENTINE DAY" agar kita TIDAK LAGI MENJADI BANGSA YANG PLAGIAT. Karena bilamana kita ikut-ikutan gaya hidup suatu bangsa, maka KITA TIDAK PERNAH MENJADI BANGSA INDONESIA YANG UTUH...!!! Tetapi kita akan menjadi BANGSA MEREKA...!!! Maukah kita.....???

Sabtu, 12 Februari 2011

Tips sukses menghilangkan stres

Anda mungkin manusia sehat seperti saya, pernah merasakan bahagia, senang, gembira, sedih, haru, lelah, penat atau stres dan lain sebagainya.. TIPS KITA dalam beberapa tulisan yang lalau pernah mengatakan bahwa hidup ini seperti nano-nano.. macam-macam rasanya. Hidup di dunia terbilang singkat jika dibandingkan dengan hidup sesudah atau sebelum kita di lahirkan, akan tetapi hidup di dunia ini paling banyak kesannya. Kali TIPS KITA akan memberikan tips untuk menghindari hidup stres.. stres pernah di alami oleh setiap orang terutama orang-orang seperti pemilik blog ini, yang page rank nya tidak kunjung naik.

Memang wajar rasa terkadangan stres, tetapi ingat bahwa bisa berakibat stroke dan penyakit berbahaya lainnya. Bahkan ada peneliti yang mengatakan, stres bisa menyebabkan serangan penyakit lambung. Lalu hubungannya apa, karena syaraf lambung ada hubungannya dengan syaraf secara keseluruhan. Ho ho ho… bisa berbahaya sekali kalau kita biarkan. Oke.. inilah tips yang mungkin berguna bagi para pembaca semua, khususnya yang mpunya blog ini.

1. Pikirkan bahwa semua orang pasti mempunyai problem. Hidup adalah tantangan, takut hidup ya mati saja, bukankah mati juga tetap masih harus berhadapan dengan masalah. Tuhan telah menciptakan kita. Seluruh konsekwensinya harus dihadapi dengan pemikiran yang jernih. Kita dan orang lain mempunyai problem yang berbeda-beda sekarang tinggal bagaimana kita ini menghadapinya

2. Sediakan waktu luang untuk sekedar refreshing. Bagaimanapun otak kita adalah benda hidup yang aktif, suatu saat pasti merasa lelah jika tidak diatur penggunaannya. Refreshing adalah salah satu cara di antara beberapa cara untuk mengistirahatkan kinerja otak. Jika mulai jenuh maka, fikirkan apakah jenuh karena diforsir atau jenuh karena malas. Jika jenuh karena diforsir maka istirahatkanlah ada ungkapan : wafii anfusihim haqqun (dan di dalam jasadmu punya hak) tetapi sebaliknya jika jenuh disebabkan karena malah untuk beraktifitas maka paksakanlah. Karena syeikh al-Busyairi dalam qashidah burdahnya mengatakan

والنفس كالطفل إن تهمله شب على . حب الرضاع وإن تفطمه ينفطم
Nafsu itu bagaikan anak kecil,
apabila engkau biarkan menyusu
akan berkembang menjadi dewasa.
Tetapi jika engkau sapih, maka dia akan tersapi

3. Jangan lupa meditasi setiap hari secara rutin. Mungkin yang paling tepat adalah dengan melaksanakan sholat dan khusu’. Semua problem yang sempat menggelayuti jiwa ini harus kita lepaskan, tuk menghadap tuhan yang maha damai. Mungkin juga bisa dilakukan dengan cara dzikir di dalam al Qur'an: Perhatian. Dengan dzikir akan menenagkan hati. sehingga bisa hidup bahagia

4. Buang jauh anggapan orang lain membencimu. Biarkan mereka membencimu, tetapi anggap saja bahwa mereka membenci karen a tidak tahu atas apa sesungguhnya yang engkau fikirkan. Dengan begitu energi positif akan memberikan support kepada anda juga

5. Jadikan agama sebagai standard hidup. Dalam bertutur kata, bertingkah laku atau beraktifitas apa saja, gunakan agama sebagai standard pembenarannya.. karena agama adalah segala aturan yang menghentikan semua kekacauan jiwa

6. Jangan membenci orang lain, meskipun orang membencimu. Membenci itu beban jika engkau teruskan membenci maka bebanmu makin lama akan makin besar, sedangkan orang yang kau benci tidak merasakan beban itu.

Catatan:
Don't have said that, in this life there no challenge during heart beat hence challenge non-stoped to come if the challenge is big hence efficacy is big also. We have never surendered by what happened, seriously to really the above downright deed.

Selasa, 08 Februari 2011

Keinginan seorang istri kepada suaminya.. ^_^

Wahai Suamiku…

Ketahuilah…

Sesungguhnya tidaklah aku ingin menikah melainkan karen...a aku tidak ingin mati dalam keadaan agamaku ini hanya setengah.. [1]

Dan tidaklah aku ingin menjadi orang yang menikah melainkan karena aku meyakini janji Alloh bagi orang yang menikah itu benar adanya..

Tahukah kau bahwa setiap hubungan suami isteri yang halal itu adalah sedekah yang dapat mendatangkan pahala..? [2]

Tahukah kau bahwa hanya dengan merengkuh tangan isteri maka berguguranlah dari jari jemari dosa-dosa..? [3]

Dan tahukah kau bahwa… bila seorang isteri meninggal dunia sementara suaminya dalam keadaan ridha padanya maka ia akan masuk surga..? [4]

Dan bila semasa hidup dia taat kepada Alloh dan taat pula kepada suaminya maka ia boleh memasukinya dari pintu mana pun yang ia suka.. [5]


Duhai, suamiku…
Tidak lah aku ingin menjadi seorang isteri melainkan karena janji Alloh yang satu ini..

Karena sesungguhnya aku takut mengetahui bahwa penghuni neraka itu kebanyakan wanita.. [6]

Dan hanya kepada Alloh aku berharap perlindunganNya dan petunjukNya di manapun aku berada..


Wahai suamiku…
Telah ditakdirkan Alloh bahwa akhirnya engkau memilihku.

Semoga inilah perlindungan dan petunjuk yang Dia berikan agar aku bisa mendapatkan kebenaran janji Alloh itu…

Namun, wahai suamiku,

Aku ingin kau menyadari bahwa aku bukanlah makhluk yang sempurna seperti juga dirimu..

Maka mengertilah bahwa setelah kita menikah nanti akan banyak hal baru yang akan sama-sama kita ketahui,

Insya Alloh, akan kujaga apa yang harus kujaga darimu,

Dan kuharap kau pun menjaga apa yang harus kau jaga dariku.. [7]

Bila kau menemukan ketidaksukaanmu padaku karena kekuranganku,
Maka bersabarlah, suamiku…

Karena kadang-kadang pada sesuatu yang tidak kau sukai, Alloh menjadikan kebaikan padanya.. [8]

Temukanlah kelebihan yang kau sukai dari diriku,

Bukankah kau memiliki alasan mengapa kau ingin menikahiku..? [9]

Tetapi, wahai suamiku…

Bila ketidaksukaan yang kau temukan itu adalah karena kesalahanku,

Maka nasehatilah aku, pisahkanlah tempat tidurku dan pukullah aku bila akhirnya aku meninggalkan kewajibanku.. [10]

Namun janganlah kau bermaksud menyakitiku hingga membahayakan hidupku karena aku adalah bagian dari dirimu.. [11]


Janganlah kau luruskan kebengkokanku, karena aku bisa patah.. [12]
Tetapi berhati-hatilah terhadapku, karena aku bagaikan gelas kaca.. [13].

Ingatlah bahwa manusia yang baik adalah yang baik pada keluarganya,

Dan lelaki yang baik adalah yang baik pada isterinya.. [14]

Dan cukuplah engkau menjadikan aku seseorang yang patuh kepadamu dengan menjadi seseorang yang pantas aku patuhi..

Sehingga aku mempunyai alasan mengapa aku harus berhias setiap hari,

Dan mengapa aku harus menjaga diriku, kehormatan dan juga hartamu saat kau tidak ada di sisi… [15]

Jadikanlah aku sebaik-baik perhiasan duniamu [16],

hartamu yang paling berharga… [17]Lihat Selengkapnya
Oleh : Ummu Zidan Al Fathi

Selasa, 01 Februari 2011

Tata Krama Makan yang Baik


Dalam Islam, terdapat tata krama makan yang sebaiknya kita perhatikan pelaksanaannya. Bagaimanakah tata krama makan yang baik?? Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, antara lain :
1. Duduklah dengan sopan
2. Makan dengan menggunakan tangan kanan
3. Memulailah dengan mengucapkan Basmalah dan diakhiri dengan Hamdalah.
4. Ambillah makanan secukupkan dan dihabiskan.
5. Tidak meniup makanan.
6. Mulailah makan dari tepi makanan.
7. Tidak berbicara ketika mulut penuh dengan makanan.
8. Tidak minum di sela-sela makan (kecuali karena suatu hal).
9. Mengunyah makanan dengan bibir tertutup sehingga kunyahannya tidak bersuara.
10.Mengambil kembali makanan yang jatuh di tempat yang bersih.
11.Tidak memasukkan makanan ke mulut sebelum makanan di dalam mulut habis.
12.Tidak terdengar suara benturan sendok, garpu, dan piring.
13.Tidak melakukan hal-hal yang tabu (kentut, bersendawa, dan berdahak).
14.Ketika membersihkan makanan di gigi, tutuplah mulut dengan tangan dan tidak membuangnya di hadapan orang lain.
15.Tidak mencela makanan.
16.Mendo'akan kepada yang menjamu makanan.
17.Dalam jamuan makan bersama :
a. Mendahulukan yang lebih tua.
b. Bila akan mengambil makanan, cukup dilihat, tidak perlu disentuh atau dicium
c. Mengambil makanan yang terdekat
d. Tidak mengambil makanan yang dihidangkan dengan sendok yang sudah digunakan
untuk makan
e. Tidak makan sambil bergurau
18.Dalam hal makan prasmanan, hendaknya setelah mengambil makanan sewajarnya, berilah kesempatan kepada orang lain untuk mengambil makanan dengan mudah.
19.Hendaknya makanan yang mendekat pada mulut, bukan mulut yang menjemput makanan.
Nah, itulah 19 aturan dalam hal makan. Apakah cara makan anda sudah sesuai dengan tata krama makan yang baik??? Nilailah diri anda sendiri...^_^

Sabtu, 29 Januari 2011

qurban yukkkk.. ^_^

Telah banyak disebutkan tentang keutamaan ibadah qurban melalui hadits-hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah. Diantaranya adalah:

1. Pengampunan dari Allah

Rasulullah SAW telah bersabda kepada anaknya, Fatimah, ketika beliau ingin menyembelih hewan qurban. ”Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah : Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah SWT, Rabb alam semesta. (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi)

2. Keridhaan Allah

Ibnu Juraij meriwayatkan bahwa dulu orang-orang jahiliyah berqurban dengan daging dan darah unta yang dipersembahkan untuk ka’bah (dan patung-patung sesembahan mereka) melihat hal demikian maka para sahabat mengadu kepada Rosulullah seraya berkata, ”kita lebih berhak dalam berqurban.” Dari peristiwa ini turunlah ayat : “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah , tetapi ketaqwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…” (Al – Hajj :37)

3. Amalan yang paling dicintai Allah pada hari raya idul adha

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Aisyah R.A, Rosulullah telah bersabda tentang keutamaan orang-orang yang melaksanakan ibadah qurban : “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari Bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban…(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

4. Hewan qurban sebagai saksi dihari kiamat

Rosulullah telah bersabda dalam sambungan hadits yang diriwayatkan Aisyah: “Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah terletak disuatu tempat disisi Allah sebelum mengalir ditanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim)

5. Mendapatkan pahala yang besar

Pahala yang amat besar, yakni diumpamakan seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih, ini merupakan penggambaran saja tentang betapa besarnya pahala itu, hal ini dinyatakan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya : \"Pada tiap-tiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan.\" (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Keutamaan Puasa Satu Hari Arafah (9 Dzulhijjah)

Di antara puasa tathawwu' yang paling utama adalah puasa Arafah. Yang dimaksud dengan puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pada saat itu kaum muslimin yang melakukan ibadah haji berkumpul wukuf di padang Arafah.
Sebagian orang mendapatkan masalah ketika mendapati tanggal/kalender di negaranya berbeda dengan di Arab Saudi. Maksudnya, pada hari ketika jamaah haji sedang berkumpul di Arafah, yang hari itu adalah tanggal 9 Dzulhijjah di negara Arab Saudi, tetapi kalender di negaranya pada hari itu adalah tanggal 10 Dzulhijjah, umpamanya. Maka, apakah dia berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah menurut kalender di negaranya sendiri, padahal di Arab Saudi masih tanggal 8 Dzulhijjah, dan para jamaah haji belum menuju Arafah. Atau dia berpuasa pada tanggal 10 Dzulhijjah menurut kalender di negaranya sendiri dan di Arab Saudi sudah tanggal 9 Dzulhijjah, dan para jamaah haji berkumpul di Arafah.

Dalam hal ini yang menjadi ukuran adalah wuquf di Arafah, bukan kalender di negaranya. Karena di dalam hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut dengan “puasa hari Arafah”, sehingga mestinya wuquf di Arafah itulah yang menjadi ukuran. Wallahu a'lam.

Keistimewaan Hari Arafah
Hari Arafah memang salah satu hari istimewa, karena pada hari itu Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah di hadapan para malaikat-Nya. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ

“Tidak ada satu hari yang lebih banyak Allah memerdekakan hamba dari neraka pada hari itu daripada hari Arafah. Dan sesungguhnya Allah mendekat, kemudian Dia membanggakan mereka (para hamba-Nya yang sedang berkumpul di Arafah) kepada para malaikat. Dia berfirman, 'Apa yang dikehendaki oleh mereka ini?'” (HR. Muslim, no. 1348; dan lainnya dari 'Aisyah).

Olah karena itulah, tidak aneh jika kaum muslimin yang tidak wukuf di Arafah disyariatkan berpuasa satu hari Arafah ini dengan janji keutamaan yang sangat besar.

Marilah kita renungkan hadits di bawah ini, yang menjelaskan keutamaan puasa Arafah, yang disyariatkan oleh Ar-Rahman Yang Memiliki sifat rahmat yang luas dan disampaikan oleh Nabi pembawa rahmat kepada seluruh alam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa satu hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya. Puasa hari 'Asyura' (tanggal 10 Muharram), aku berharap kepada Allah, Dia akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya.” (HR. Muslim, no 1162, dari Abu Qatadah).

Alangkah pemurahnya Allah Ta'ala. Puasa sehari menghapuskan dosa dua tahun! Kaum muslimin biasa berpuasa satu bulan penuh pada bulan Ramadhan, dan mereka sanggup melakukan. Maka, sesungguhnya berpuasa satu hari Arafah ini merupakan perkara yang mudah, bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Ta'ala.

Barangsiapa membaca atau mendengar sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang mulia ini pastilah hatinya tergerak untuk mengamalkan puasa tersebut. Karena, setiap manusia pasti menyadari bahwa dia tidak dapat lepas dari dosa.

Dosa Apa yang dihapus?
Apakah dosa-dosa yang dihapuskan itu meliputi semua dosa, dosa kecil dan dosa besar? Atau hanya dosa kecil saja? Dalam masalah ini para ulama berselisih.

Sebagian ulama, termasuk Ibnu Hazm rahimahullah, berpendapat sebagaimana zhahir hadits. Bahwa semua dosa terhapuskan, baik dosa besar, atau dosa kecil.

Namun jumhur ulama, termasuk Imam Ibnu Abdil Barr, Imam Ibnu Rajab, berpendapat bahwa dosa-dosa yang terhapus dengan amal-amal shalih, seperti wudhu', shalat, shadaqah, puasa, dan lainnya, termasuk puasa Arafah ini, hanyalah dosa-dosa kecil.

Pendapat jumhur ini di dukung dengan berbagai alasan, antara lain:

Allah telah memerintahkan tobat, sehingga hukumnya adalah wajib. Jika dosa-dosa besar terhapus dengan semata-mata amal-amal shalih, berarti taubat tidak dibutuhkan, maka ini merupakan kebatilan secara ijma'.

Nash-nash dari hadits lain yang men-taqyid (mengikat; mensyaratkan) dijauhinya dosa-dosa besar untuk penghapusan dosa dengan amal shalih.

Dosa-dosa besar tidak terhapus kecuali dengan bertobat darinya atau hukuman pada dosa tersebut. Baik hukuman itu ditentukan oleh syariat, yang berupa hudud dan ta'zir atau hukuman dengan takdir Allah, yang berupa musibah, penyakit, dan lainnya.

Bahwa di dalam syariat-Nya, Allah tidak menjadikan kaffarah (penebusan dosa) terhadap dosa-dosa besar. Namun, kaffarah itu dijadikan untuk dosa-dosa kecil (Lihat Jami'ul 'Ulum wal Hikam, syarh hadits no. 18, karya al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali).

Puasa Arafah untuk Selain yang Berada di Arafah
Kemudian, bahwa disunnahkannya puasa Arafah ini berlaku bagi kaum muslimin yang tidak wuquf di Arafah. Adapun bagi kaum muslimin yang wuquf di Arafah, maka tidak berpuasa, sebagaimana hadits di bawah ini,

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ

“Dari Ummul Fadhl binti al-Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, 'Beliau berpuasa.' Sebagian lainnya mengatakan, 'Beliau tidak berpuasa.' Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari, no. 1988; Muslim, no. 1123).

Setelah kita mengetahui keutamaan puasa hari Arafah ini, maka yang tersisa adalah pengamalannya. Karena setiap manusia nanti akan ditanya tentang ilmunya, apa yang telah dia amalkan. Semoga Allah selalu memberikan kepada kita untuk berada di atas jalan yang lurus. Amin.

Pengemis Yahudi dan Rasulullah SAW

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.
Apakah Itu?, tanya Abubakar RA. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu?
Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,
Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,
Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?
Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.

Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya?
MasyaAllah.. ..macam meter taxi...jalan terus.

Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.

1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.

2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah.

4. Bantu pendidikan seorang anak.

5. Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, Anda dapat hasanah.

6. Bagi CD Quran atau Do'a.

7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.

8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.

9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.

10. Bagikan Artikel ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.

Aminnnnnn...

dari catatan Heri Lantabur